Gajah Mengamuk Puluhan Warga Trumon Timur Mengadu ke Kantor Camat

6 Februari 2010, 09:37
Gajah Mengamuk
Puluhan Warga Trumon Timur Mengadu ke Kantor Camat
Aceh Selatan

TAPAKTUAN – Sekitar 50 warga dari berbagai desa di Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, mendatangi kantor camat setempat Jumat (5/2). Mereka menuntut pemerintah segera menanggulangi gangguan gajah yang telah merusak tanaman sawit, padi, dan tanaman palawija milik warga.

Puluhan petani bertemu Camat H Lahmuddin. Mereka mendesak agar gangguan gajah segera ditanggulangi. Sebab, gangguan selama ini selain merusak tanaman sawit, cabe, kacang, binatang bongsor ini telah merusak puluhan hektare lahan padi milik masyarakat yang sedang berisi (bunting) yakni meliputi Desa Kapa Seusak, Ie Yalem, Jambo dalem, Krueng Luas, Pinto Rimba, Alue Lhok dan Ie Jerneh. “Sudah banyak warga yang pulang ke kampung karena tanaman padi sudah habis di rusak gajah,” ujar Jamadi Pohan.

Ia mengatakan, kawanan gajah yang berjumlah 20 ekor yang sering berkeliaran malam dan sore sekitar pukul 15.00 WIB dalam tiga hari terakhir ini juga telah merusak sejumlah gubuk milik warga bersama isinya. Menurut Jamadi Pohan, masyarakat tidak punya apa-apa lagi, padi yang merupakan satu-satunya harapan mereka untuk membiayai kehidupan rumah tangga dan biaya anak-anakanya yang masih sekolah kini sudah ludes dimakan gajah. “Masyarakat terancam kelaparan,” tambahnya.

Sementara itu Camat Trumon Timur H Lahmuddin yang dihubungi Serambi membenarkan pihaknya didatangi sekitar 50 orang petani dari berbagai desa dalam kecamatan setempat mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk segera menanggulangi gangguan gajah di kawasan itu. Kepada para petani, Lahmuddin menyatakan, masalah konflik satwa liar yang sudah berlangsung sekitar tujuh tahun itu sudah berulangkali di sampaikan kepada atasan di tingkat kabupaten dan BKSDA, termasuk mengusulkan pembangunan pos penanggulangan satwa liar , namun hingga kini belum ada realisasinya. “Kapasitas camat hanya sebatas membuat laporan ke bupati dan BKSDA. Sedangka n penanggulangannya kewajiban pemerintah dan BKSDA selaku instansi yang paling bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut,” katanya.

Menurut informasi yang dihimpun Serambi, satwa dilindungi itu bukan saja merusak tanaman warga di Kecamatan Trumon Timur, namun binatang bertubuh besar berbelalai itu juga sudah merusak tanaman padi di Desa Sarah Baro, Kecamatan Kluet Tengah. Seperti dilaporkan, Camat Kluet Tengah, Drs Kafrawi kepada Serambi, bahwa 99 kepala keluarga (KK) di Desa Sarah Baro akan terancam mengalami krisis pangan menyusul tanaman padi milik warga setempat yang masih berumur 15 hingga 20 hari sudah mulai diganggu gajah.

Bahkan tamanan yang merupakan satu-satunya harapan masyarakat itu akan ludes bila gajah-gajah itu tidak segera diusir digiring kembali kehabitatnya. Peristiwa ini merupakan yang kedua dalam dua tahun terakhir. Musim tanam tahun lalu semua tanaman padi milik warga juga ludes di gasak gajah. “Masyarakat sudah lelah dengan gangguan gajah yang sudah berlangsung bertahun-tahun, tapi pihak terkait masih diam,” katanya.(az)

sumber : http://serambinews.com

Satu Balasan ke Gajah Mengamuk Puluhan Warga Trumon Timur Mengadu ke Kantor Camat

  1. ari mengatakan:

    kenapa hanya berita tentang gajah aja yang ada ditrumon,… kenapa gak dimuat bagaimana ketertinggalan daerah disana, thanks udah memuat tentang trumon,… saya adalah salah satu putra trumon juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: