Gangguan Gajah Resahkan Warga

12 Januari 2010, 10:53
Gangguan Gajah Resahkan Warga
Aceh Selatan

TAPAKTUAN – Gangguan gajah di Kabupaten Aceh Selatan dilaporkan masih terjadi. Sebelumnya binatang ini merusak tanaman warga Desa Kapa Sesak dan Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur. Kini kawanan gajah liar mulai mengusik ketenteraman masyarakat Desa Simpang, Kecamatan Bakongan Timur.

Camat Trumon Timur, H Lahmuddin, kepada Serambi, Senin (11/1) mengatakan, masyarakat Desa Kapa Sesak dan Jambo Dalem resah menyusul gangguan gajah. Binatang ini tidak hanya merusak tanaman sawit, kelapa, pinang, namun merusak belasan hektare tanaman padi masyarakat yang mau dipanen. Tentunya kondisi ini telah mengakibatkan masyarakat di sana kehabisan modal usaha, sehingga sangat sulit bagi mereka untuk kembali menggarap lahannya.

Sementara itu Camat Bakongan Timur (Bakotim) Sarmiadi melaporkan, kawanan gajah mengusik ketenteraman masyarakat Desa Simpang. Satwa dilindungi ini mulai merusak tanaman sawit, kelapa, pinang, pohon rumbia, dan tanaman pisang. Bahkan sejak tiga hari terakhir, sebanyak 27 hektare kebun sawit dirusak binatang ini, serta satu gubuk milik Ilyas diporak-porandakan. “Kini binatang berbelalai itu juga mulai memasuki perkampungan penduduk, sehingga masyarakat sekitar tidak berani lagi berpergian ke gunung untuk mengurus kebun dan keluar rumah pada malam hari,” ujar Sarmiadi.

Lahmuddin dan Sarmiadi mengaku sudah berulangkali minta pejabat dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengusir atau mengembalikan binatang yang dilindungi ini kehabitatnya sehingga masyarakat bisa kembali menggarap lahan. Tapi, laporan itu tidak pernah digubris dan buktinya hingga kini BKSDA masih tetap diam. “Kami mendesak BKSDA segera menurunkan gajah jinak untuk menggiring kawanan gajah liar itu kembli kehabitanya. Jangan ditunggu setelah ada korban jiwa,” ujar Lahmuddin.

Sudah terima laporan
Terkait keresahan warga, Kepala BKSDA Tapaktuan, Safwan mengaku telah menerima laporan masyarakat terkait gangguan gajah di Desa Kapa Sesak, Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur, Desa Simpang Bakongan Timur, dan dari Desa Alur Kejreun, Kecamatan Kluet Tengah. Menurut Safwan, dalam waktu dekat pihaknya membentuk satgas penanggulangan konflik satwa yang di dalamnya melibatkan instansi terkait dan LSM lingkungan hidup. Tujuan Satgas agar penanganan konflik satwa di daerah lebih serius. “Konflik satwa tidak bisa ditangani oleh BKSDA sendiri,” katanya.(az)

sumber : http://serambinews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: