Mahasiswa Aceh Selatan Demo ke Kejati

22 December 2009, 15:26
Desak Usut Dana PKA V
Mahasiswa Aceh Selatan Demo ke Kejati
Aceh Selatan

BANDA ACEH – Puluhan mahasiswa asal Aceh Selatan yang kuliah di PTN dan PTS di Banda Aceh, Senin (21/12) dari berbagai kampus negeri dan swasta di Banda Aceh demo ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh. Mereka mendesak Kejati Aceh agar memerintahkan Kajari Tapaktuan, segera mengusut penyimpangan dana Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) V Agustus lalu senilai Rp 3,7 miliar lebih.

Massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Pemuda Aceh Selatan (Ampas) awalnya tidak diizinkan masuk oleh polisi, kecuali hanya berorasi di luar pagar. Tapi, akhirnya mereka diizinkan masuk oleh Kasie Penkum/Humas Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis setelah massa mendobrak pintu pagar. Koordinator aksi, Muzakir dalam orasinya menyebutkan dugaan penyimpangan lantaran panitia PKA V Aceh Selatan hanya menyisakan dana dari event itu Rp 263.605.000. Sementara Pemkab Aceh Selatan menganggarkan dana untuk event itu mencapai Rp 3.732.000.000 untuk 11 hari PKA di Banda Aceh.

Namun, seperti diketahui Aceh Selatan hanya mengikuti PKA V selama lima hari pada event empat tahunan itu. Mereka kecewa karena Presiden SBY tidak masuk ke anjungan Aceh Selatan pada pembukaan PKA V, 5 Agustus 2009. Padahal panitia PKA V Aceh Selatan telah menyiapkan berbagai persiapan di anjungan untuk menyambut kunjungan Presiden SBY dan rombongan. Pasalnya, SBY jauh-jauh hari sudah dijadwalkan masuk ke anjungan daerah penghasil pala itu.

“Kini persoalannya adalah terdapat kejanggalan dilakukan panitia PKA V Aceh Selatan, dana Rp 3 milyar lebih itu untuk 11 hari PKA di Banda Aceh. Tetapi seperti diketahui, Aceh Selatan hanya mengikuti lima hari PKA, otomatis dana tersisa tidak sekecil itu,” teriak Muzakir. Selanjutnya, dia membaca tuntutan Ampas. Intinya mereka meminta Kejati Aceh mendesak Kejari Tapaktuan mengusut tuntas dugaan penyimpangan dana tersebut. Muzakir menyerahkan tuntutan massa Ampas, bersama dokumen penggunaan dana oleh panitia PKA V Aceh Selatan yang diduga menyimpang itu kepada Kasie Penkum/Humas Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis.

Ali Rasab mengucapkan terimakasih atas laporan massa Ampas itu. Ali mengakui, pihaknya belum mengetahui persoalan tersebut sedang ditangani Kejari Tapaktuan. “Kasus ini akan saya laporkan ke pimpinan, nanti terserah kebijakan pimpinan meneruskan persoalan ini ke Kejari Tapaktuan,” kata Ali Rasab.(sal)

sumber : http://serambinews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: