Puluhan Hektare Tanaman Musnah

5 Januari 2010, 10:00
Puluhan Hektare Tanaman Musnah
Aceh Selatan

TAPAKTUAN – Kawanan gajah kembali memasuki perkampungan warga di Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Akibat dari kejadian ini puluhan hektare tanamanan padi, sawit dan tanaman palawija lainnya dirusaknya. Keuchik Kapa Seusak, Al Fandi Saputra, kepada Serambi, Senin (4/1) mengatakan, setelah reda beberapa bulan, kawanan gajah liar kembali mengusik ketentraman masyarakat. Selain merusak sejumlah gubuk, kawanan gajah yang berjumlah 12 ekor itu, juga memporak porandakan tanaman sawit, pinang dan tanaman palawija lainnya. “Kawanan gajah memasuki perkampungan penduduk sekitar pukul 21.00 WIB dan kembali ke hutan sekitar pukul 04.00 WIB, menjelang subuh,” katanya.

Ia mengatakan, gangguan gajah sejak beberapa tahun terakhir sangat meresahkan. Para petani di kawasan itu kehabisan modal untuk menggarap kembali lahannya. Tidak seperti biasanya ia turun ke pemukiman penduduk saat musim panen, tapi akhir-akhir ini binatang binatang berbelalai itu juga sering masuk kampung tanpa mengenal musim,sehinggaq tanaman yang baru ditanam juga dilahapnya.

Lebih lanjut, Al Fandi mengatakan, meski gangguan gajah sudah berlangsung lama namun hingga kini belum ada upaya dari pihak pemerintah dan instansi terkait untuk mengusir. Binatang itu kembali kehabitatnya. Sementara upaya pengusiran yang dilakukan masyarakat dengan bunyi-bunyian dan api obor belum mampu menghalau bintang itu ke habitatnya, malahan sebaliknya bintang itu balik menyerang warga, sehingga tidak sedikit warga yang cidera akibat diinjak binantang bertubuh besar itu, seperti yang tejadi beberapa tahun lalu.

Ia mengharapkan pada pemerintah dan petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) selaku pihak yang paling bertanggung jawab segera menurunkan gajah jinak untuk menggiring kawanan gajah liar itu kembali kehabitatnya. “Kami tidak sanggup lagi menghadapi musibah yang tak kunjung reda ini,” katanya.

Terkait keresahan warga ini, Camat Trumon Timur, H Lahmuddin, mengakui sudah berulangkali menyampaikan hal ini pada BKSDA Tapaktuan, termasuk mengusulkan untuk membangun pos pemantau hilir mudik binatang yang lokasinya di Desa Naca. “Kita sudah berulang kali bermohon supaya di kawasan itu dibangun pos pemantau gajah liar,” ujarnya.(az)

sumber : http://serambinews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: