Ratusan Warga Tuntut Pemekaran Kabupaten

Aceh Selatan

TAPAKTUAN – Sekitar 100 warga dari Kecamatan Bakongan, Bakongan Timur, Trumon, dan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, tuntut pembentukan kabupaten baru. Meski baru wacana, tetapi warga sudah menawarkan nama kecamatan baru yaitu Bakongan Raya. Tuntutan ini disampaikan masyarakat pada anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI saat berkunjung ke kawasan itu, Minggu (20/12).

Wakil ketua tim pemekaran Kabupaten Bakongan Raya, Syahrizal mengatakan, tuntutan aspirasi pembentukan kabupaten baru murni dari masyarakat. Tujuan dari hal ini untuk meningkatkan kesejahteraan warga yang selama ini terkesan dimarginalkan oleh pemeritah kabupaten setempat. Ia mengaku puluhan tahun warga terisolir akibat tidak tersedianya akses perhubungan seperti di Kemukiman Buloseuma. Masyarakat kawasan pesisir itu sangat jauh tertinggal dari informasi, sehingga tidak sedikit dianatara mereka yang tidak mengetahui tanggal dan tahun kelahirannya.

Bukan itu saja, ribuan hektare lahan persawahan dalam empat kecamatan itu juga dibiarkan terlantar menjadi hutan, akibat tidak tersedianya pembangunan irigasi yang dapat mengairi sawah mereka. Kondisi telah mengakibatkan perekonomian masyarakat semakin terpuruk. Begitujuga masalah kesehatan dan pendidikan, selain masih minimnya tenaga pengajar, juga masih banyak ditemukan para siswa di daerah itu yang terpaksa belajar di kantor desa dan mushallah, akibat tidak tersedianya gedung sekolah. “Daerah kami selama ini kurang mendapatkan pelayanan pembangunan. Dengan pemekaran kabupaten diharapkan masyarakat dapat menikmati pelayanan pembangunan lebih baik lagi,” katanya.

Hal senada disampaikan dua anggota DPRK Aceh Selatan, daerah pemilihan Bakongan- Trumon, yakni Ridwan Mas dan Subki Rusli, serta Camat Bakongan Fakhruddin dan Camat Trumon Isa Ansari. Ia mengaku potensi sumber daya alam di kawasan sangat menjanjikan namun belum bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Terhadap aspirasi ini tim DPD RI diminta agar memperjuangkan aspirasi pemekaran Kabupaten Bakongan Raya yang sudah lima tahun mereka usulkan itu. “Kami menaruh harapan kepada Tim DPD RI untuk mewujudkan pemekaran Kabupaten Bakongan Raya. Semua persyaratan adiministrasi akan dipenuhi,” ujar Ridwan Mas.

Sementara itu tiga anggota DPD RI asal Aceh, yakni Teuku Bahrom Manyak, Tgk Abdurrahman BTM dan Mursyid yang hadir dalam pertemuan di Sekretariat Pemekaran Kabupaten Bakongan Raya itu, menyambut baik rencana pemekaran kabupaten yang disampaikan para tokoh dan masyarakat setempat.

Para perwakilan masyarakat menyatakan siap melakukan berbagai hal seperti kajian kelayakan SDM, SDA dan jumlah penduduk. “Amanah ini akan diperjuangkan di pusat hingga terwujud,” katanya. Begitupun pihaknya meminta kepada panitia pemekaran untuk mempersiapkan administrasi yang diperlukan sebagai syarat pembentukan kabupaten baru, yakni harus memiliki lima kecamatan. Hal ini sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemekaran dan Penggabungan Daerah. “Kami tidak mau mengecewakan rakyat. Tapi kalau persyaratan itu belum dipenuhi bagaimana kami perjuangkan,” ujar Bahrom Manyak.

Menurut Bahrom Manyak, Bakongan Raya sudah layak menjadi kabupaten apalagi terdiri dari beberapa kecamatan. Selain itu ada beberapa wilayah yang layak menjadi kecamatan. Kalau ada pemekaran kecamatan bisa memperpendek pelayanan masyarakat. Pada kesempatan itu, tidak hanya sebatas mendengar rencana pemekaran, setelah acara serah terima proposal pemekaran Kabupaten Nagan Raya yang diserahkan langsung oleh Ketua Panitia Pemekaran Kabupaten Bakongan Raya, H Syech Adnan Mahmud. Proposal diterima oleh Teuku Bahrom Manyak. Tim DPD didampingi Waled Marhaban, pimpinan salah satu dayah, camat Bakongan dan camat Trumon melakukan peninjauan tentang pembangunan sarana dan prasarana dalam empat kecamatan itu.

Rumah Sakit
Sementara itu, yang sangat memprihatinkan ada jalan yang statusnya jalan propinsi yang menghubungkan Simpang Tiga ke Kecamatan Trumon kondisinya sangat parah dan sudah lama rusak. “Yang rusak sangat parah sekitar tujuh kilometer dan disini sentral ekonomi rakyat. Hasil laut sangat banyak dan hasil kebun juga sama. Ini jalan provinsi dan tidak mendapat perawatan dari instansi terkait dari provinsi.

Sementara itu, keprihatinan lain terlihat di Rumah Sakit Yulidin Away, Tapaktuan. Ruang rawat rawat inap berdesakan sehingga pasien dicampur dalam satu ruangan. Selain itu, dokter spesialis yang definitif hanya dua orang sedangkan selebihnya kontrak. Terhadap kondisi ini ujar Bahrom Manyak, yang sangat mendesak yaitu adanya ruang untuk rawat inap yang memadai.(az/swa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: