Ribuan Warga Tuntut Pemekaran Kecamatan

27 Februari 2010, 13:11

Bergerak dari Bakongan dan Trumon

* Kenaikan Tarif Air Minum Diprotes

TAPAKTUAN – Ribuan warga dari berbagai desa di Kecamatan Bakongan dan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (25/2) berdemonstrasi ke kantor DPRK setempat. Dalam aksi yang nyaris ricuh itu, mereka menuntut pemekaran dua kecamatan, yakni kecamatan Bukit Gadeng di Bakongan dan kecamatan Trumon Tengah di Trumon Timur. Ribuan warga yang didominasi para pemuda itu bergerak dari Kecamatan Trumon dan Bakongan menuju Tapaktuan, ibu kota Kabupaten Aceh Selatan. Dalam aksi itu, massa naik sekitar 40 unit mobil plus ratusan kendaraan roda dua.

Setelah berkumpul di halaman kantor bupati lama, mereka berjalan kaki ke Gedung DPRK Aceh Selatan yang jaraknya sekitar 500 meter dengan mengusung sejumlah poster yang terbuat dari karton dan kain. Redaksinya beraneka, tapi inti pesannya adalah agar Bupati dan DPRK Aceh Selatan segera merealisasikan pemekaran sebelum jalan gunung Tapaktuan runtuh. Setiba di gedung dewan, massa yang dikomandoi dua ulama karismatik, H Waled Marhaban Adnan dan Abi Khairuddin, itu meneriakkan yel-yel meminta Bupati dan DPRK Aceh Selatan segera mengesahkan dua pemekaran kecamatan di daerahnya, yakni kecamatan Bukit Gadeng yang berada di Kecamatan Bakongan dan kecamatan Trumon Tengah di wilayah Kecamatan Trumon Timur dan Trumon.

Meski “dibakar” terik mentari, namun para pendemo tetap bersemangat dan berkoar-koar menuntut janji Bupati Husin Yusuf. Menurut para pengunjuk rasa, saat kampanye pilkada dulu, Husin Yusuf pernah janji jika terpilih maka ia akan mengesahkan pemekaran dua kecamatan di wilayah timur Aceh Selatan itu.  Para demonstran mengancam tidak akan pulang sebelum pemekaran dua kecamatan yang sudah diperjuangkan sejak 2006 itu direalisasikan.  “Kami datang kemari tidak minta apa-apa. Kami hanya menagih janji yang pernah disampaikan Bupati Husin Yusuf dalam kampanye pilkada,” kata Koordinator Lapangan (Koorlap) T Syamsinahyah.

Nyaris ricuh
Demo yang dilancarkan ribuan warga itu nyaris ricuh, bahkan mobil dinas Bupati Husin Yusuf diblokir massa, tidak dibolehkan ke luar dari pekarangan gedung ketika seorang petugas keamanan berencana menggeser mobil itu sedikit ke depan. Pada saat itu, sekira pukul 12.00 WIB, Bupati Husin Yusuf sedang berada di lantai dua gedung itu.  Setelah massa mengitari mobil dinasnya, sehingga tidak bisa digerakkan sedikit pun, Bupati Husin turun dari lantai dua dan langsung ke ruang musyawarah dewan yang di dalamnya sudah menunggu ulama karismatik, yakni Abi Khairuddin, H Waled Marhaban, termasuk Tgk Sahwir.

Suasana makin tegang, saat massa mengancam akan mendobrak pintu gedung dewan yang sudah dipagar betis oleh petugas keamanan. Hampir dua jam massa bertahan di gedung dewan. Koordinator aksi tersebut, Abi Kahiruddin yang sedang bermusyawarah dengan Bupati dan Pimpinan DPRK Aceh Selatan terpaksa bolak-balik ke luar ruangan untuk menenteramkan suasana dengan mengatakan, sebentar lagi Bupati akan memekarkan dua kecamatan yang mereka idam-idamkan selama ini. Warga baru bubar sekitar pukul 13.50 WIB setelah Bupati Husin Yusuf bersama Ketua DPRK Safiron, ke luar menghampiri massa dengan menyatakan, pemekaran kecamatan Bukit Gadeng dan Trumon Tengah sudah disetujui.

Disetujuinya pemekaran dua kecamatan itu ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan untuk membahas pemekaran oleh Bupati, Pimpinan DPRK, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan. Nota kesepakatan itu akan dibahas lagi dalam sidang paripurna khusus dewan yang akan berlangsung selambat-lambatnya 30 hari sejak 25 Februari 2010. “Selaku pimpinan daerah saya telah mendisposisikan pengajuan dua pemekaran kecamatan itu ke Bagian Pemerintahan Setdakab beberapa bulan lalu. Saya tidak pernah keberatan terhadap permintaan masyarakat yang menginginkan pemekaran kecamatan sejauh tidak menyimpang dari aturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” kata Bupati Husin Yusuf.

Protes tarif
Sebelumnya, pada hari yang sama, puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bersama masyarakat Kota Tapaktuan, juga berdemo ke Gedung DPRK Aceh Selatan. Mereka menuntut agar tarif air yang dipatok Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Naga, diturunkan. Dalam demo yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB itu, warga malah menghadiahkan air mineral dalam kemasan kepada unsur pimpinan dan anggota DPRK yang, dinilai para pengunjuk rasa, tidak mampu mengatasi tarif PDAM yang kenaikannya mencapai 100 persen lebih.

Selain menyerahkan air mineral, warga juga mengancam akan menyegel sumber air PDAM di pegunungan Desa Batu Itam. “Sumber air di desa kami, tapi kami juga membayar air yang mahal,” kata ibu-ibu dari Desa Batu Itam. Untuk itu, massa mendesak DPRK untuk meninjau kembali SK Bupati Nomor 9 Tahun 2009 tentang PDAM Tirta Naga. Selain memberatkan masyarakat, kenaikan tarif PDAM haruslah disesuaikan dengan tingkat perekonomian masyarakat.

“Jangan jadikan rakyat sebagai objek pendapatan asli daerah (PAD). Pemerintah harusnya lebih giat mencari PAD dari sumber lain yang belum pernah tersentuh. Cukup banyak sumber PAD di daerah ini yang belum digarap,” kata Koordinator Aksi M Taslim. Meski 12 perwakilan para pengunjuk rasa telah duduk bermusyawarah dengan DPRK dan Direktur PDAM Tirta Naga, Sakda, dan Asisten Ekonomi Setdakab, Tanius, namun pertemuan itu tak membuahkan hasil seperti yang diinginkan para pengunjuk rasa. Dalam musyawarah itu, DPRK hanya berjanji akan meneruskan aspirasi yang disampaikan masyarakat dan mahasiswa itu ke Bupati Aceh Selatan. “Kita akan berusaha menormalkan kembali tarif PDAM,” ujar Wakil Ketua Komisi C DPRK Aceh Selatan, Teuku Mudasir. (az)

sumber : http://www.serambinews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: